Minggu, 09 Agustus 2015

Tujuan Terbesar dalam Hidupku



 Tujuan Terbesar dalam Hidupku 

 

          Sesuatu yang sama dengan semua orang memiliki keinginan atau tujuan dalam hidupnya, begitupun saya yang memiliki keinginan atau tujuan dalam hidup saya. Pasti tujuan dalam hidup semua orang dari kecil hingga dewasa yaitu membahagiakan orang tua, namun bagaimana cara membahagiakan orang tua ?. Dulu sejak kecil saya sempat berpikir kalau menuruti semua keinginan orang tua maka itu akan membahagiakan orang tua seperti cita-cita saya yang disuruh untuk menjadi guru sehingga saya menurutinya apabila ditanya cita-cita saya jawab akan menjadi guru namun itu saat saya masih kecil. Sewaktu SMA saya berpikir bahwa saya tidak terlalu bisa dalam hal menerangkan maka saya sepertinya tidak cocok jika menjadi guru. Maka saya memikirkan lagi tujuan hidup kedepannya, SMA saya memutuskan untuk menyukai komputer karena saya suka belajar dengan praktek tidak dengan teori saja. Oleh karena itu saya memilih jurusan Ilmu Komputer, hanya saja saya belum paham kemampuan saya sendiri di bagian mana pada IT.
            Sekarang tujuan terbesar dalam hidupku yaitu Lulus dan Wisuda secepatnya. Saya tahu jika ingin membahagiakan orang tua yaitu dengan menjadi anak yang sholeha maka itu sudah membuat orang tua saya bahagia di dunia dan akhirat. Namun selain itu saya harus bisa lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak atau bahkan saya membuat usaha sendiri untuk membanggakan orang tua. Karena saya tidak mau meminta terus kepada orang tua, saya ingin mempunyai uang hasil sendiri dan bisa memberi kepada orang tua.
            Maka dari itu saya mulai sekarang harus bisa merubah sedikit demi sedikit lebih mendekatkan diri kepada Allah swt untuk menjadi anak yang sholeha dan lebih giat membaca yang berkaitan dengan Ilmu Komputer.
           
Tujuan Utama : Membanggakan orang tua
Tujuan yang lain : Menjadi anak yang sholeha, Dapat Lulus wisuda secepatnya dan Mempunyai penghasilan sendiri.

Masalah :
Belum benar-benar bisa mengatur waktu
Suka tergoda oleh syetan agar bermalas-malasan
Belum bisa memulai usaha

Strategi :
Niat yang besar dan selalu ingat pada tujuan
Selalu ingat pada Nikmat Allah swt maka saya harus selalu bersyukur dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya
Secepatnya lulus dan di wisuda maka harus lebih giat mendalami dengan membaca tentang Ilmu Komputer itu sendiri
Mencoba usaha sesuatu agar mendapat uang hasil sendiri

Selasa, 12 Mei 2015

Linux File Permissions dan Manajemen Sekuriti



Linux File Permissions

Permission File



Ada tiga jenis izin akses di Linux: read, write, dan execute. Izin ini didefinisikan secara terpisah untuk pemilik file, kelompok dan semua pengguna lain.

Read. Pada file biasa, read berarti file dapat dibuka dan dibaca. Pada sebuah direktori, read berarti Anda dapat melihat daftar isi direktori.

Write. Pada file biasa, ini berarti Anda dapat memodifikasi file, alias menulis data baru ke file. Dalam kasus sebuah direktori, write berarti Anda dapat menambah, menghapus, dan mengubah nama file dalam direktori. Ini berarti bahwa jika file memiliki izin write, Anda diperbolehkan untuk memodifikasi isi file, tetapi Anda diperbolehkan untuk mengubah nama atau menghapus file hanya jika hak akses direktori file yang memungkinkan Anda untuk melakukannya.

Execute. Dalam kasus sebuah file biasa, ini berarti Anda dapat menjalankan file sebagai program atau shell script. Pada sebuah direktori, execute (disebut juga "search bit") memungkinkan Anda untuk mengakses file dalam direktori dan memasukkannya, dengan perintah cd, misalnya.


Mengatur Hak Akses

Mode simbolik

Pengaturan hak akses file dalam mode simbolik :

Untuk Pengguna :

u = user/owner
g = group
o = other
a = all
Yang bisa dilakukan :

+ : menambahkan izin permission
-:  menghapus permission
=  : menambahkan yang baru permission

Permission:

r  = read
w = write
x = execute

contoh :
$ chmod a=r contohfile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r--r--r--
$ chmod g+x contohfile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r--r-xr--
$ chmod u+wx contohfile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rwxr-xr--
$ chmod ug-x contohfile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rw-r--r--


Mode Numerik

0 = Tidak ada izin (-)
1 = Execute (--x)
2 = Write  (-w-)
3 = Write dan Execute (-wx)
4 = Read (r--)
5 = Read dan Execute (r-x)
6 = Read dan Write (rw-)
7 = Read,Write dan Execute (rwx)

Contoh :
$ chmod 755 contohfile
Perintah diatas akan mengubah hak akses contohfile menjadi -rwxr-xr-x. Pemilik akan memiliki hak akses penuh, read, write, dan execute (7 = 4 +2 +1), grup dan yang lain akan memiliki hak akses read dan execute (5 = 4 +1).



Manajemen Sekuriti


User Root : User yang memiliki hak sebagi administrator, biasa juga disebut “super user”. User root yang akan mengelola dan mengkonfigurasi komputer.

User Biasa : User yang tidak memiliki hak akses sebagai administrator. User ini digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari itu misalnya mengetik, browsing internet dan kegiatan lain yang tidak membutuhkan hak root.

adduser atau useradd
Perintah ini digunakan untuk membuat user baru. Perintah ini harus dijalankan melalui user root. Jika belum login sebagai root, bergantilah dari user biasa ke user root.
Format : 
#useradd option nama_user_baru
#adduser option nama_user_baru

passwd
Setelah membuat user baru maka langkah selanjutnya adalah membuat password untuk akun tersebut, caranya:
# passwd [nama_akun]
userdel
Perintah ini digunakan untuk menghapus akun user yang ada di sistem. Format penulisannya:
# userdel –r [nama_akun]

groupadd
Perintah ini digunakan untuk membuat group. Group yang dimaksud disini adalah sekelompok user yang saling bergabung dan mempunyai ketentuan tersendiri di kelompoknya.
# groupadd nama_group_baru

groupdel
Group yang sudah ada ada tentu saja bisa dihapus dengan perintah groupdel. Cara penulisannya:
# groupdel nama_group

groupmod
Perintah ini digunakan untuk memodifikasi informasi nama dari group.
# groupmod –n [nama_baru] [nama_lama]

melihat daftar group
# cat /etc/group


File System di Linux


Swap
Swap (memori swap) adalah area di luar memori utama (mis: di harddisk atau di media seperti USB flash disk, dll) yang digunakan oleh OS untuk memperbesar kapasitas memori virtual (memori total), sehingga kita dapat menjalankan lebih banyak program/proses dalam waktu bersamaan, dan [sebagian] memori yang dipakai program-program yang sedang tidak dipakai dapat ditukar-tukar dulu tempatnya di swap.

Membuat file swap
Misalkan kita ingin membuat file swap bernama /swapfile sebesar 2GB (=2048MB):
# dd if=/dev/zero of=/swapfiles bs=1M count=2048
# mkswap /swapfiles

setiap kali ingin menggunakan swap ini:
# swapon /swapfiles
Ceklah dengan perintah free, maka swap memori Anda akan bertambah 2GB.
Jika sudah tidak membutuhkan file swap ini, bisa dinonaktifkan dengan:
# swapoff /swapfiles


Referensi :
Modul Praktikum Sistem Operasi 2013